BMKG: Wilayah Sulut berpotensi cuaca ekstrem hingga 30 November

oleh -212 Dilihat
oleh

BMKG: Wilayah Sulut berpotensi cuaca ekstrem hingga 30 November

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara Hingga 30 November 2025

Mediaex Manado Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda beberapa wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Utara hingga 30 November 2025. Peringatan ini disampaikan oleh Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Astrid Y. Lasut, pada Senin (25/11/2025), di Manado.

Penyebab Cuaca Ekstrem

Menurut Astrid, kondisi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh keberadaan siklon tropis Fina, yang saat ini berada di perairan timur laut Darwin, Australia. Siklon tersebut menyebabkan penarikan massa udara dari sekitar Sulawesi Utara, menciptakan fenomena belokan angin dan konvergensi. Fenomena ini meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta meningkatkan kecepatan angin di sejumlah wilayah provinsi.

Selain itu, BMKG mencatat adanya anomali suhu permukaan laut (SST) pada kisaran 0,5 hingga 2,2 derajat Celsius di perairan sekitar Sulawesi Utara. Kondisi ini menambah kandungan uap air di atmosfer, yang kemudian memperkuat potensi terbentuknya hujan lebat disertai angin kencang di wilayah daratan Sulawesi Utara.

Wilayah Terdampak

Wilayah yang diperkirakan paling terdampak meliputi Manado, Bitung, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Tomohon, Kotamobagu, dan Kepulauan Sangihe-Bitung-Talaud. Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi menimbulkan genangan air di dataran rendah, pohon tumbang, dan kerusakan ringan pada infrastruktur seperti atap rumah dan jaringan listrik.

BMKG menegaskan bahwa masyarakat di wilayah pesisir dan dataran rendah harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi di perairan. Aktivitas nelayan juga disarankan untuk sementara menunda pelayaran hingga kondisi cuaca kembali stabil.

Dampak dan Kewaspadaan

Astrid menjelaskan, cuaca ekstrem dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Infrastruktur jalan dan jembatan berisiko mengalami kerusakan, sementara sektor pertanian dapat terkena dampak hujan lebat dan angin kencang. Masyarakat diminta selalu memantau informasi resmi dari BMKG dan mempersiapkan langkah mitigasi bencana, seperti membersihkan saluran drainase, menyiapkan peralatan darurat, dan memantau kondisi lingkungan sekitar.

Selain itu, pemerintah daerah diimbau untuk memperkuat koordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) serta pihak terkait lainnya dalam rangka mitigasi risiko. Sekolah-sekolah dan fasilitas umum juga disarankan melakukan pengecekan rutin terhadap struktur bangunan agar siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Anjuran BMKG

BMKG menekankan beberapa langkah yang harus dilakukan masyarakat, antara lain:

  1. Menghindari aktivitas di daerah rawan longsor dan banjir.

  2. Menjaga keamanan keluarga dan properti dari potensi pohon tumbang dan material yang terbawa angin.

  3. Memperhatikan peringatan dini BMKG melalui media resmi dan aplikasi cuaca.

  4. Menyiapkan stok makanan, air bersih, dan obat-obatan untuk kebutuhan darurat.

  5. Nelayan dan pengguna transportasi laut dihimbau menunda pelayaran hingga cuaca membaik.

Prediksi Ke Depan

BMKG memproyeksikan bahwa cuaca ekstrem di Sulawesi Utara kemungkinan akan mereda secara bertahap setelah siklon tropis Fina bergerak menjauhi wilayah tersebut. Namun, masyarakat tetap diminta waspada hingga akhir November 2025. Astrid menambahkan bahwa kondisi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat serta pemerintah daerah dalam menghadapi fenomena alam yang dapat memengaruhi keselamatan dan aktivitas ekonomi di Sulawesi Utara.

“Perubahan cuaca ekstrem menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada. Tidak hanya pemerintah, tetapi masyarakat juga harus proaktif dalam mempersiapkan diri dan lingkungan agar risiko bencana bisa diminimalkan,” pungkas Astrid Y. Lasut.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.