BMKG: Wilayah Sulut berpotensi cuaca ekstrem hingga 30 November

oleh -246 Dilihat
oleh

BMKG: Wilayah Sulut berpotensi cuaca ekstrem hingga 30 November

BMKG Manado Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara hingga 30 November 2025

Mediaex Manado – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga 30 November 2025. Peringatan ini disampaikan oleh Koordinator Bidang Operasional BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Astrid Y. Lasut, pada Senin, di Manado.

Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem

Menurut BMKG, fenomena cuaca ekstrem di Sulut saat ini dipicu oleh siklon tropis Fina yang berada di perairan timur laut Darwin, Australia. Siklon tropis ini menyebabkan tarikan massa udara ke wilayah Sulawesi Utara sehingga tercipta belokan angin dan konvergensi, yang memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain itu, kecepatan angin di beberapa wilayah pesisir dan dataran tinggi diperkirakan meningkat secara signifikan.

“Adanya siklon tropis di dekat wilayah Australia memengaruhi sirkulasi atmosfer lokal Sulawesi Utara. Hal ini dapat menyebabkan hujan lebat, angin kencang, dan potensi gelombang tinggi di perairan pesisir,” jelas Astrid Y. Lasut.

Selain faktor siklon tropis, BMKG juga menyoroti anomali suhu permukaan laut (SST) di perairan sekitar Sulawesi Utara. Nilai SST tercatat berada di kisaran 0,5 hingga 2,2 derajat Celsius di atas normal, yang berdampak pada meningkatnya massa uap air di atmosfer. Kondisi ini memicu pertumbuhan awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan deras disertai kilat dan petir di beberapa wilayah.

Lebih lanjut, labilitas lokal yang tinggi di atmosfer Sulawesi Utara turut mendukung pertumbuhan awan hujan. Hal ini meningkatkan potensi terjadinya hujan lebat, angin kencang, dan cuaca ekstrem secara lokal yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, transportasi darat dan laut, hingga sektor pertanian.

Wilayah yang Berisiko

BMKG memperingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem meliputi seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Utara, termasuk:

  • Kota Manado, sebagai pusat administratif dan ekonomi, berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang, khususnya di kawasan pesisir dan perbukitan.

  • Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara, di mana lahan pertanian dan perumahan berada di dataran rendah, rentan terhadap genangan dan banjir lokal.

  • Kabupaten Bolaang Mongondow, khususnya wilayah dataran tinggi, berisiko mengalami hujan lebat yang dapat memicu tanah longsor.

  • Kepulauan Sitaro dan Talaud, berisiko tinggi terhadap gelombang laut dan angin kencang, yang dapat mengganggu transportasi laut dan nelayan.

Astrid Y. Lasut menekankan pentingnya siap siaga bagi masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah rawan banjir, longsor, dan daerah pesisir. BMKG menghimbau agar warga selalu memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, media sosial, dan radio lokal.

Dampak Potensial bagi Aktivitas Masyarakat

Cuaca ekstrem ini diperkirakan dapat menimbulkan dampak signifikan pada berbagai sektor:

  1. Transportasi: Angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi mengganggu pelayaran kapal, terutama kapal nelayan dan kapal penumpang. Bandara juga diminta mewaspadai turbelensi dan hujan deras yang dapat mengganggu penerbangan lokal.

  2. Pertanian: Intensitas hujan tinggi dapat merusak tanaman, memicu erosi tanah, dan menghambat panen. Petani disarankan melakukan penanganan drainase serta melindungi lahan produktif.

  3. Pemukiman: Genangan air dan banjir lokal mungkin terjadi di permukiman dataran rendah. Masyarakat disarankan mempersiapkan tanggul darurat dan membersihkan saluran air.

  4. Kesehatan: Hujan deras dan lembap tinggi meningkatkan risiko penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, dan demam berdarah. Warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan asupan gizi.

Upaya Antisipasi dan Respons Pemerintah

Pemerintah daerah Sulawesi Utara bersama BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah meningkatkan kesiapsiagaan:

  • Pemantauan cuaca 24 jam melalui radar dan sensor otomatis.

  • Koordinasi dengan instansi pelabuhan dan bandara untuk memastikan keselamatan transportasi.

  • Peningkatan kesiapan tim tanggap darurat di setiap kabupaten dan kota.

  • Sosialisasi informasi dini melalui media lokal, media sosial, dan pengeras suara desa.

Astrid Y. Lasut menambahkan bahwa BMKG akan terus memantau perkembangan siklon tropis Fina, nilai SST, dan kondisi atmosfer untuk memberikan peringatan dini secara berkesinambungan hingga kondisi cuaca kembali normal.

“Peringatan ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Kita harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan hujan lebat, angin kencang, dan potensi gelombang tinggi,” katanya.

Kesimpulan

Cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir November 2025 menuntut kesiapsiagaan penuh dari masyarakat dan pemerintah daerah di Sulawesi Utara. Informasi dari BMKG sangat penting sebagai panduan mitigasi risiko, baik bagi warga perkotaan, pedesaan, maupun wilayah pesisir dan kepulauan. Dengan sinergi yang baik antara BMKG, BPBD, aparat pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan, keselamatan warga tetap terjaga, dan aktivitas sosial-ekonomi di Sulawesi Utara tetap berjalan lancar.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.